5 Gejala Penyakit Busung Lapar

Anak busung lapar memiliki ciri fisik seperti wajah lonjong dengan area mata yang terlihat cekung.

Penyakit busung lapar menjadi salah satu kondisi yang kerap melanda negara berkembang dan negara yang telah dilanda konflik. Kondisi ini terjadi karena pemenuhan gizi yang tidak seimbang bagi tubuh, seperti misalnya kekurangan protein dan asupan nutrisi lain. Meski identik dengan anak-anak, penyakit ini nyatanya juga menyerang orang dewasa.

Dengan demikian perlu diketahui bahwa terdapat beberapa penyebab munculnya penyakit ini, secara khusus memang tidak menyerang anak-anak tetapi kerap terjadi pada anak dalam masa pertumbuhan. Kondisi tertentu bisa menyebabkan seseorang yang sudah berumur bahkan berusia lanjut bisa terkena penyakit ini.

Gejala Busung Lapar

  • Badan Kurus

Gejala pertama dan paling umum terjadi pada kebanyakan penderita penyakit ini adalah perubahan kondisi tubuh, di mana badan akan menjadi kurus. Para penderita penyakit ini memiliki massa otot yang sangat rendah, hasilnya tubuh tampak sangat kurus dan bisa menyebabkan seseorang terkena penyakit ini.

  • Perubahan Bentuk Tubuh

Perubahan bentuk perut menjadi gejala berikutnya munculnya penyakit ini, rongga pada perut menjadi membesar sementara perut akan condong ke bawah, bisa dikatakan seperti ibu hamil. Akibat dari munculnya kondisi ini, tulang iga terlihat sangat jelas karena perut membesar.

  • Diare

Seseorang terkena diare sebagai akibat dari tubuh kekurangan zat nutrisi, seperti karbohidrat, protein, vitamin hingga mineral. Tubuh yang kekurangan nutrisi seperti ini dalam jangka waktu yang cukup panjang mampu menyebabkan fungsi organ pencernaan terganggu.

  • Anemia

Kekurangan darah atau disebut juga anemia berdampak pada nafsu makan di penderita, kondisi ini mengakibatkan kurangnya sel-sel darah merah dan putih. Penderita penyakit ini bisa dikenali ketika mengalami anemia atau kekurangan darah dalam jangka waktu cukup panjang dan tidak kunjung sembuh.

  • Infeksi

Penderita penyakit ini juga disebabkan karena daya tahan tubuh rendah sekaligus tidak stabil, salah satu dampaknya adalah menghambat proses penyembuhan jika terjadi luka di tubuh. Sementara itu, infeksi muncul sebagai akibat dari tubuh penderita penyakit ini yang tidak mampu melawan polutan udara.

Penanganan

Untuk penanganan penyakit ini tergantung pada kondisi kesehatan si penderita dan tingkat parahnya kekurangan gizi pasien. Beberapa penanganan bagi para penderitanya meliputi, perawatan medis, pemberian nutrisi, ditempatkan pada lingkungan yang bersih hingga pemberian layanan sosial pendukung yang lain.

Penderita penyakit ini yang masih memiliki nafsu makan biasanya akan mendapatkan rawat jalan, yakni pemberian makanan yang diformulasikan khusus hingga pemantauan kondisi oleh petugas kesehatan terhadap para pasien.

Sementara itu, bagi pasien yang dalam kondisi tertentu hingga tidak memiliki nafsu makan biasanya akan diberikan penanganan rawat inap dan dilakukan di rumah sakit. Pasien dalam kondisi ini memerlukan makanan yang lunak hingga cair, susu formula khusus dengan vitamin dan mineral hingga pengobatan untuk infeksi.

Pemberian makanan yang mengandung banyak nutrisi, seperti kalori dengan kandungan protein, karbohidrat, lemak merupakan pola makan yang diterapkan bagi para pasien penyakit ini. Sementara itu, masih ada tambahan camilan yang dikonsumsi di antara waktu makan, pemberian cairan yang cukup dan suplemen vitamin.

Penerapan pola makan untuk pasien penderita busung lapar dilakukan secara bertahap sesuai dengan rekomendasi dokter yang menangani. Namun, perlu diketahui pemberian pola makanan itu disesuaikan dengan kemampuan tubuh si pasien dalam menyerap nutrisi. Tujuannya, agar mencegah munculnya komplikasi dari pemberian nutrisi yang kemungkinan bisa berlebihan atau terlalu banyak.

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *