Bolehkah Kita Mendapat Tindakan Cabut Gigi Gingsul?

Gigi gingsul yang tidak dirawat dengan baik bisa menjadi lahan yang subur bagi mikroorganisme patogen (penyebab penyakit) untuk berkembang biak. Kondisi ini tentunya patut diwaspadai, karena bisa membuat gigi menjadi berlubang, tampak menguning, muncul karang gigi, radang gusi, sariawan berulang, bau mulut tidak sedap, serta beragam keluhan lainnya. Atas pertimbangan ini, banyak orang yang memutuskan cabut gigi gingsul.

cabut gigi gingsul

Gigi gingsul terjadi akibat beberapa faktor, seperti ukuran rahang yang kecil atau jumlah gigi yang terlalu banyak. Gigi gingsul dapat dimengerti sebagai kondisi di mana mereka tumbuh di luar susunan gigi yang seharusnya.

Pada dunia kedokteran gigi, posisi ini disebut ektopik atau menonjol. Sebenarnya, semua gigi berpotensi mengalami ektopik atau gingsul, tetapi gigi taring adalah gigi yang paling sering mengalami keadaan gingsul karena urutan tumbuhnya yang paling akhir. Kebanyakan kasus gigi gingsul tidaklah berbahaya.  

Bahaya Apa Saja yang Terjadi Jika Mencabut Gigi Gingsul?

Bila dirasa keberadaan gigi gingsul ini menyebabkan masalah pada gigi dan gusi yang cukup sering dan sulit diatasi, maka tidak masalah untuk mencabutnya. Pada semua gigi, tidak hanya gigi gingsul, di dalamnya terkandung banyak serabut syaraf. Karena mencabut gigi, tidak hanya gigi gingsul, memang bisa menyebabkan gangguan syaraf. Kondisi inilah yang membuat orang akan merasakan nyeri saat dan setelah giginya dicabut.

Kemungkinan komplikasi yang cukup berat dan cukup umum terjadi adalah bila ujung akar gigi geraham atas sangat dekat dengan dinding sinus, atau bahkan terletak dalam rongga sinus, sehingga berisiko terbukanya rongga sinus setelah pencabutan. Namun hal ini terjadi dengan prosentase yang kecil dan dapat diantisipasi dengan pemeriksaan rontgen sebelum pencabutan dilakukan.

Prinsipnya, pencabutan gigi dilakukan jika memang sudah tak ada lagi jenis perawatan atau tindakan yang dapat menyelamatan gigi tersebut agar terhindar dari risiko kesehatan. Pencabutan gigi juga tak bisa atas permintaan pasien sehingga sebelum memutuskan untuk mencabut gigi gingsul Anda, berkonsultasilah ke dokter untuk mengetahui kondisinya.

Selama dilakukan penanganan yang tepat usai cabut gigi, maka kondisi ini semestinya bukan merupakan komplikasi serius dan akan membaik dalam kurang dari 1-2 minggu pasca cabut gigi. Pencabutan gigi bagian atas maupun bagian bawah jika dilakukan sesuai prosedur tidak akan membahayakan organ tubuh lainnya. Namun ada baiknya bila gigi gingsul tidak cepat-cepat di cabut karena umumnya gigi gingsul merupakan sudut mulut yang akan berpengaruh terhadap garis senyum. Tetapi ada baiknya juga bila dilakukan pemeriksaan secara langsung terlebih dahulu dengan dokter gigi.

Selain Cabut Gigi Gingsul, Perawatan Apa Saja yang Dapat?

Untuk mengatasi gigi gingsul yang mungkin mengganggu pemiliknya, para pakar kesehatan gigi menyarankan untuk melakukan tindakan khusus. salah satunya dengan memakai behel atau kawat gigi. Prosedur pemasangan behel bertujuan untuk memperbaiki atau merapikan posisi gigi. Penggunaan behel ini bisa dilakukan dengan atau tanpa mencabut gigi terlebih dahulu.

Meski begitu, behel bukanlah satu-satunya cara untuk mengatasi gigi gingsul. Pakar kesehatan justru menyarankan untuk cabut gigi gingsul yang letaknya dirasa cukup mengganggu. Bukan tanpa alasan, gigi gingsul sendiri sebenarnya bisa menghambat pertumbuhan gigi, membuatnya tidak tumbuh sama sekali atau impaksi. Letak gigi gingsul yang cenderung tidak teratur juga membuat proses pembersihan gigi menjadi tidak sempurna. Hal ini yang membuat banyaknya kuman tumbuh pada sela-sela gigi dan menyebabkan kerusakan gigi.

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *