Cara Mengatasi Peranakan Turun

Nyeri panggul termasuk gejala peranakan turun

Turun peranakan atau juga disebut prolaps uteri merupakan kondisi ketika otot dasar dan jaringan ikat (ligamen) dari pelvis melemah dan meregang hingga membuat tak bisa menyangga rahim. Akibat yang ditimbulkan dari peranakan turun atau turun berok ini adalah rahim menjadi turun atau menonjol ke vagina, sementara itu terdapat beberapa penyebab dan gejala yang bisa dikenali.

Pelvis merupakan rongga tubuh di area tulang panggul, berisi kandung kemih, uretra, usus dan rektum, sementara rahim terdapat di dalam tulang panggul yang disangga berbagai otot dan ligamen. Ketika otot dan ligamen tulang panggul melemah hingga merenggang, rahim akan keluar dari posisi yang seharusnya dan bahkan turun menonjol ke vagina.

Mengatasi Peranakan Turun

Terdapat beberapa tingkatan pada kondisi ini, tingkatan pertama masih tergolong ringan yakni posisi rahim sekadar hanya terlihat turun tetapi masih berada di dalam vagina. Tingkatan kedua, posisi rahim turun dan terlihat di lubang vagina, sementara yang ketiga rahim turun hingga menyembul dari area lubang vagina, berikut tips atau cara untuk mengatasinya.

  1. Angkat Kaki saat Tidur

Apabila tingkatan turun peranakan ini masih tidak terlalu parah, cara efektif untuk mengatasinya adalah dengan meninggikan kaki saat tidur. Untuk melakukan cara ini terbilang mudah, seorang perempuan yang mengalami kondisi ini hanya perlu menyediakan dua hingga tiga bantal.

Beberapa bantal yang sudah disediakan sebelumnya kemudian diletakkan pada atas kaki ketika berbaring untuk tidur. Lalu, jaga posisi tersebut sepanjang tidur, usahakan ketika tidur kedua kaki dalam keadaan rapat.

  1. Posisi Terbalik

Jika seorang perempuan sedang tidak hamil, cara lain yang bisa digunakan untuk mengatasi turun peranakan adalah dengan melakukan posisi terbalik, yakni memposisikan kaki di atas sementara kepala di bawah.

Perempuan yang mengalami kondisi turun peranakan bisa melakukan cara ini secara perlahan dengan bantuan orang lain, jika susah untuk berdiri terbalik bisa melakukannya dengan bersandar pada tembok.

Gejala Turun Peranakan

Aktivitas terganggu membuat perempuan dalam kondisi ini membutuhkan pengobatan, seperti dengan pemasangan cincin penyangga vagina hingga tindakan operasi. Kondisi ini tidak menunjukkan gejala dalam tahap yang ringan, sementara jika sudah masuk ke tahap sedang hingga parah dapat memunculkan beberapa gejala seperti berikut ini.

  • Rongga panggul terasa penuh, kondisi ini sangat terasa ketika berdiri, mengangkat beban atau ketika batuk.
  • Merasakan nyeri pada punggung bagian bawah dan dalam waktu yang tak terduga terasa seperti ada yang keluar dari vagina. 
  • Mengalami masalah buang air kecil, bisa dikarenakan inkontinensia urine atau urine yang keluar tanpa terkendali, kesulitan mengeluarkan atau mengosongkan kandung kemih (retensi urine) dan adanya infeksi kandung kemih yang berulang.
  • Mengalami konstipasi atau sembelit, merasa tidak nyaman ketika berjalan, mengalami kesulitan saat melakukan hubungan seksual dan pendarahan pada vagina.
  • Beberapa gejala yang dirasakan sering kali tak seperti mengganggu ketika pagi hari, tetapi akan bertambah buruk ketika memasuki siang hingga malam hari.

Penyebab Peranakan Turun

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa kondisi ini terjadi pada saat otot, ligamen dan jaringan penyangga dalam rongga panggul (pelvis) melemah hingga merenggang. Kondisi ini turun ke liang vagina karena otot melemah dan terbagi dalam empat tahap, terlepas dari hal tersebut terdapat beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risiko terjadinya keadaan ini.

  • Melahirkan normal.
  • Menopause.
  • Tekanan berat pada perut.
  • Pasca tindakan medis.

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *