Gejala PMS Normal Terjadi Pada Wanita

Premenstrual syndrome (PMS) adalah suatu kondisi yang mempengaruhi emosi, kesehatan fisik, dan perilaku wanita selama hari-hari tertentu dari siklus menstruasi, umumnya tepat sebelum menstruasi.

PMS adalah kondisi yang sangat umum terjadi dan gejala ini mempengaruhi lebih dari 90 persen wanita yang sedang menstruasi. Gejala PMS dimulai lima hingga 11 hari sebelum menstruasi dan biasanya hilang begitu menstruasi dimulai. Penyebab PMS tidak diketahui. Namun, banyak peneliti percaya bahwa PMS terkait dengan perubahan kadar hormon seks dan serotonin pada awal siklus menstruasi.

Tingkat estrogen dan progesteron Anda meningkat selama waktu-waktu tertentu dalam sebulan. Peningkatan hormon ini dapat menyebabkan perubahan suasana hati, kecemasan, dan membuat Anda cepat marah. Steroid ovarium juga memodulasi aktivitas di bagian otak Anda yang terkait dengan gejala pramenstruasi.

Sedangkan, kadar serotonin mempengaruhi suasana hati. Serotonin adalah zat kimia di otak dan usus Anda yang mempengaruhi suasana hati, emosi, dan pikiran Anda.

Rata-rata siklus menstruasi seorang wanita berlangsung selama 28 hari. Gejala-gejala PMS biasanya ringan atau sedang, menurut jurnal American Family Physician, hampir 80 persen wanita melaporkan satu atau lebih gejala yang tidak secara substansial mempengaruhi fungsi sehari-hari. Gejala-gejala PMS meliputi:

  • Perut kembung
  • Sakit perut
  • Payudara yang sakit
  • Munculnya jerawat
  • Mengidam makanan, terutama untuk makanan manis
  • Sembelit
  • Diare
  • Sakit kepala
  • Sensitivitas terhadap cahaya atau suara
  • Kelelahan
  • Sifat lekas marah
  • Perubahan pola tidur
  • Kegelisahan
  • Depresi
  • Merasa sedih
  • Ledakan emosional

Bagi sebagian orang, Anda bisa merasakan sakit fisik dan stres emosional cukup parah yang mempengaruhi aktivitas sehari-hari Anda. Terlepas dari keparahan gejala, tanda-tanda dan gejala umumnya menghilang dalam waktu empat hari setelah dimulainya periode menstruasi bagi sebagian besar wanita.

Tetapi sejumlah kecil wanita dengan sindrom pramenstruasi memiliki gejala yang melumpuhkan setiap bulannya. Bentuk PMS ini disebut premenstrual dysphoric disorder  (PMDD). Tanda dan gejala PMDD termasuk depresi, perubahan suasana hati, kemarahan, kegelisahan, perasaan kewalahan, sulit berkonsentrasi, mudah marah, dan tegang.

Gejala PMS mungkin bertambah buruk saat Anda mencapai usia di akhir 30-an atau 40-an dan mendekati menopause dan sedang dalam transisi menuju menopause, yang disebut perimenopause. Hal ini berlaku terutama untuk wanita yang suasana hatinya sensitif terhadap perubahan kadar hormon selama siklus menstruasi.

Pada tahun-tahun menjelang menopause, kadar hormon Anda juga naik dan turun dengan cara yang tidak terduga ketika tubuh Anda perlahan-lahan beralih ke menopause. Anda mungkin mendapatkan perubahan suasana hati yang sama, atau bahkan dapat menjadi lebih buruk. Namun, PMS berhenti setelah menopause atau ketika Anda tidak lagi mendapatkan menstruasi.

Pada umumnya, gejala PMS akan hilang beberapa hari setelah siklus menstruasi Anda dimulai. Namun Anda disarankankan untuk segera konsultasi dengan dokter Anda jika rasa sakit fisik, perubahan suasana hati, dan gejala lainnya mulai mempengaruhi aktivitas sehari-hari Anda, atau jika gejala Anda tidak hilang.

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *