Kiat-kiat Mempersiapkan Sekolah untuk Anak Asma

Orangtua yang memiliki anak asma pasti selalu was-was dan takut jika anak tidak berada dalam pengawasan, termasuk saat harus bersekolah. Di rumah, orangtua bisa mengontrol situasi untuk mengurangi pemicu asma dan juga tahu penanganan darurat jika terjadi serangan asma.

Kendati demikian, masih ada cara untuk mempersiapkan sekolah untuk anak asma. Penting bagi orangtua untuk bekerjasama dengan staf dari pihak sekolah. Dengan perencanaan dan komunikasi yang tepat dalam mempersiapkan sekolah untuk anak asma, Anda bisa lebih tenang dalam memikirkan keselamatan anak. Berikut cara mempersiapkan sekolah untuk anak asma:

Berkomunikasi dengan Staf Sekolah Mengenai Kondisi Asma Anak

Langkah pertama dalam cara mempersiapkan sekolah untuk anak asma adalah berbicara dengan guru atau asisten kelas tentang kondisi asma anak. Karena serangan asma bisa terjadi setiap saat, setiap orang yang menangani keseharian anak di sekolah harus dilibatkan untuk penanganan tepat jika terjadi serangan. Beberapa anggota sekolah yang harus turut mengetahui kondisi anak adalah:

  • Guru-guru di kelas
  • Guru olahraga, guru musik, dan guru kesenian (jika kelas dilakukan di luar kelas umum)
  • Pelatih
  • Suster atau anggota klinik sekolah
  • Kepala sekolah
  • Pengawas makan siang
  • Supir bus

Poin-poin penting yang harus disampaikan antara lain:

  • Informasi terbaru tentang asma, karena staf dari pihak dari sekolah mungkin ada yang belum memahami apa itu asma, atau mendapatkan informasi tidak tepat sebelumnya tentang asma.
  • Diskusikan cara-cara bagaimana memberikan pengobatan untuk anak saat terjadi serangan asma. Beberapa penanganan asma bisa dilakukan secara terpisah oleh pihak sekolah, misalnya di klinik ataupun orangtua lebih memilih anak memakai obat sendiri. Jika ada dokumen klinik dari sekolah yang harus diurus, maka segera lengkapi dengan sekolah.
  • Jelaskan pemicu serangan asma pada anak. Minta bantuan agar pihak sekolah membantu mengendalikan berbagai pemicu penyakit ini, misalnya serbuk bunga, hewan peliharaan, zat-zat dari eksperimen di laboratorium, dan sebagainya. Minta agar pihak sekolah membantu meminimalisir dan mencari cara agar anak jauh dari sumber pemicu ini.
  • Jelaskan batas kemampuan anak, apa yang bisa dilakukan dan apa yang tidak bisa dilakukannya. Jika anak masih bisa mengatasi masalah asma sendiri, guru tidak perlu terlalu dramatis sehingga membuat anak malu karena insiden serangan tertentu.
  • Minta agar pihak sekolah maklum jika anak harus sesekali absen karena penyakit asma.
  • Jelaskan juga jika pada acara atau kegiatan di luar sekolah, staf yang menjaga harus tahu cara memberikan obat jika dibutuhkan.
  • Berikan informasi yang relevan, misalnya nomor darurat yang bisa dihubungi, daftar obat-obatan dan dosis, nama dokter dan nomor kontak, serta pemicu asma.

Selain berbicara dengan pihak sekolah, orangtua juga harus mengajarkan cara-cara agar anak tahu tentang penanganan asma saat di sekolah. Walaupun anak masih kecil, setidaknya mereka pasti sudah tahu gejala atau tanda-tanda serangan asma. Ajarkan agar mereka segera mencari orang dewasa yang dikenal untuk segera membantunya.

Sedangkan untuk anak yang sudah besar atau remaja, pastikan penanganan asma wajib menjadi tanggung jawab mereka sepenuhnya. Pastikan anak tahu cara menggunakan obat, inhaler, dan alat medis lainnya untuk mengetahui kondisi mereka. Jika anak merasa kesal, malu, dan sedih karena kondisi asma, ini merupakan hal yang normal. Terus berikan pemahaman pada anak secara jujur, ajak anak menjadi rekan yang mau bekerjasama dalam menangani asma.

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *