Konsumsi Alkohol dan Hubungannya dengan Sakit Kepala

Alkohol sudah lama menjadi bagian dari kehidupan sosial kita. Minuman ini seringkali dijadikan suguhan wajib dalam berbagai acara baik formal maupun non formal. Namun seperti yang kita tahu, mengonsumsi zat tersebut bisa menyebabkan sakit kepala. Bagaimana ini bisa terjadi dan apa saran terbaik bagi Anda yang masih sering meminumnya?

sakit kepala

Alkohol dan Dampaknya Bagi Tubuh

Saat masuk ke dalam tubuh, alkohol akan dipecah oleh hati lewat enzim yang bernama dehidrogenase alcohol. Orang-orang yang memiliki masalah dengan enzim ini akan kesulitan dalam memetabolisme alkohol  sehingga menyebabkan kemerah-merahan pada kulit.

Minuman ini sering dikaitkan dengan cacat kehamilan, penyakit hati, pankreatitis, tekanan darah tinggi, penyakit arteri koroner, stroke, kanker, kecanduan bahkan cidera fisik. Manfaat alkohol bagi kesehatan masih diperdebatkan hingga saat ini.

Namun konsumsi dalam jumlah secukupnya mungkin akan memberikan dampak menguntungkan. Ini muncul setelah pengamatan pada sebuah populasi di Perancis yang mengonsumsi lemak jenuh tinggi namun ternyata tidak memiliki risiko penyakit kardiovaskular yang tinggi. Fenomena yang dikenal sebagai paradoks Perancis ini konon terjadi karena mereka sering mengonsumsi anggur merah.

Haruskah Anda Berhenti Meminum Anggur?

Alkohol sudah lama dikaitkan dengan munculnya sakit kepala. Sekitar sepertiga dari pasien migrain mencatat bahwa minuman tersebut merupakan pemicu. Berdasarkan asosiasi ini diketahui bahwa pasien yang memiliki migrain cenderung minum minuman beralkohol lebih sedikit daripada yang tidak menderita migrain.

Anggur atau wine khususnya, adalah minuman beralkohol yang sejak lama dihubungkan dengan rasa sakit di kepala. Ini pernah disebutkan oleh Celcius (abad ke 25 SM) bahwa kepalanya terasa sakit akibat minum anggur. Terkait dari keyakinan ini, hanya sedikit bukti ilmiah yang mendukung wine sebagai penyebab sakit kepala yang lebih umum ketimbang minuman keras jenis lain.

Berdasarkan beberapa studi ditemukan bahwa anggur merah (bukan anggur putih) memicu sakit kepala pada 30% orang yang minum dalam jumlah sedikit. Anggur dengan kualitas rendah bisa menyebabkan sakit kepala karena ada molekul bernama radikal flavonoid fenolik yang mengganggu serotonin yang akhirnya menyebabkan munculnya migrain.

Dalam beberapa penelitian lain disebutkan bahwa anggur merah menyebabkan 3 kali risiko sakit kepala yang lebih besar dibanding bir. Anggur juga lebih sering disebut sebagai penyebab sakit kepala dibanding minuman beralkohol lainnya.

Bagaimana Pendapat para Ahli?

Barb Gustafson, seorang pakar anggur bersertifikat menyebut bahwa anggur merah sebagai penyebab sakit kepala tidak sepenuhnya benar. Selain kuantitas yang dikonsumsi, kualitas anggur juga sangat memengaruhi. Banyak wine dibuat dengan ragi yang kurang bagus dan inilah yang sering menyebabkan munculnya migrain setelah meminumnya.

Kesimpulannya, baik kuantitas maupun kualitas wine yang Anda minum sama-sama bisa menjadi risiko munculnya sakit kepala. Namun sama halnya dengan makanan yang menyebabkan alergi, hal ini tidak selalu berdampak sama pada semua orang. Jika Anda sering merasa sakit kepala setelah mengkonsumsi minuman keras tertentu, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter tentang minuman apa yang boleh dan tidak boleh Anda minum.

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *