Mengapa Cedera Berulang pada Sepak Bola Sering Terjadi?

Dalam pertandingan sepak bola, cedera di lapangan memang tidak dapat dihindari. Meski sudah melakukan berbagai persiapan.

Kesuksesan sebuah tim bisa dipengaruhi oleh banyaknya pemain yang mengalami cedera saat pertandingan. Semakin sedikit pemain yang cedera, semakin besar peluang tim tersebut untuk mendapatkan poin yang lebih banyak.

Turnamen sepak bola seperti Euro 2016 bisa meningkatkan resiko cedera untuk pemain karena padatnya pertandingan.  Lalu bagaimana sebuah tim dapat mengurangi resiko cedera pada pemainnya?

Pergerakan dan keahlian

Pada umumnya cedera pada pemain sepak bola terjadi pada saat berlari dan mengubah arah. Yang paling sering terjadi ialah cedera bagian lutut dan pergelangan kaki.

Karena perubahan arah kaki saat berlari tidak dianggap sebagai keahlian, para pemain lebih fokus pada teknik menendang atau menyundul bola.

Contohnya seperti ini: seorang pemain sepak bola pertama-tama akan diajari untuk menendang bola dan lain sebagainya.

Pemain sepak bola pertama-tama akan belajar untuk menendang. Lalu dikembangkan lagi menjadi mendekati bola, menggocek atau menendang dan jenis pasing bola lainnya, Ketika seseorang belajar teknik yang berbeda dan memulai untuk berlatih dibawah tekanan selama pertandingan, keahlian mereka pastinya akan berkembang pula.

Sama seperti pelari yang fokus pada cara berlari dan meningkatkan teknik mereka, tetapi tidak menghindari cedera berulang yang mungkin terjadi. Jika saja pemain sepak bola dan para pelatih mereka mengajarkan keahlian secara bertahap dengan fokus pada resiko, maka cedera tersebut dapat dihindari.

Saat pemain mengalami cedera

Cedera dapat membatasi pergerakan seseorang. Pemain bola yang kembali ke lapangan setelah cedera memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami cedera lagi. Oleh karena itu, penting untuk memperbaiki teknik pergerakan meraka.

Penelitian sudah mengembangkan skema latihan yang dapat menghindari cedera berulang, tetapi memang butuh beberapa minggu untuk dapat berhasil. Bahkan beberapa klinik olahraga melengkapi para pemain dengan kamera untuk menganalisa pergerakan mereka agar dapat menyesuaikan jenis perawatan dengan kondisi mereka. Sekali lagi, ini membutuhkan waktu yang cukup lama sebelum musim pertandingan.

Setiap kasus cedera memang berbeda, begitu pula cara menanganinya. Cedera sekecil apapun harus segera ditangani, karena kalau tidak, akan memiliki risiko cedera lebih lanjut dari berlatih dan bermain.

Mengasah kemampuan dalam menggiring bola memang diperlukan. Namun, pemain sepak bola juga perlu memahami teknik mengurangi risiko cedera yang pernah terjadi sebagai salah satu bagian dari proses penyembuhan mereka untuk menghindari cedera berulang.

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *