Pahami Hak dan Kewajiban Pasien agar Berobat Lancar

Berobat secara aman dan lancar tentunya menjadi dambaan tiap pasien, tidak terkecuali Anda. Hanya saja sebelum bisa memperoleh kondisi tersebut, tentunya Anda perlu memahami apa saja hak dan kewajiban pasien agar tidak ada salah paham terkait pelayanan dari petugas medis maupun kontribusi dari Anda sebagai pasien.

Pasalnya, saat ini kebanyakan orang hanya menuntut haknya sebagai pasien, tanpa memedulikan adanya kewajiban yang mesti dieemban. Terkait hak-hak yang pantas diperoleh pun, banyak pasien hanya beropini berlandaskan pendapat kebanyakan orang. Padahal, hak dan kewajiban pasien sudah jelas terpampang dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2018 tentang Kewajiban Rumah Sakit dan Kewajiban Pasien.

Berikut ini adalah beberapa hak dan kewajiban pasien yang urgen diketahui. Dengan mengetahui poin-poin di bawah ini, perobatan Anda di rumah sakit akan terasa lebih aman dan tidak penuh rasa curiga.

Hak Pasien

Dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2018, setidaknya ada 18 hak yang bisa diperoleh pasien ketika berobat ke rumah sakit. Jika disederhanakan, beberapa poin hak pasien inilah yang mesti Anda mengerti.

  1. Pemerolehan Informasi

Sebagai pasien, Anda berhak memperoleh berbagai informasi di mana salah satunya mengenai masalah hak dan kewajiban pasien. Informasi lain yang berhak Anda peroleh dari rumah sakit, terkait dengan tata tertib serta peraturan khusus di lembaga tersebut. Anda juga berhak mendapatkan informasi terkait tindakan medis dan perkiraan biaya pengobatan.

  • Pemerolehan Layanan

Sebagai pasien, Anda berhak mendapatkan pelayanan dari rumah sakit. Secara lebih rinci, pasien berhak mendapatkan pelayanan yang manusiawi, bermutu, tanpa diskriminasi, serta efektif dan efisien.

  • Pengaduan

Sebagai pasien, Anda berhak mengadukan pihak rumah sakit atas pelayanan yang tidak sesuai dengan hak-hak yang mestinya Anda peroleh. Anda juga bisa mengeluhkan pelayanan rumah sakit lewat media massa. Dalam tahap tertentu, penuntutan kepada rumah sakit yang memberikan pelayanan tidak sesuai standar bisa dilakukan secara pidana maupun perdata.

  • Pemilihan

Anda memiliki hak memilih dokter dan kelas perawatan di rumah sakit tempat Anda berobat. Bahka ketika Anda merasa perlu berkonsultasi ke dokter lain terkait penyakit Anda, itu pun merupakan hak Anda sebagai pasien.

  • Privasi

Rumah sakit berhak memberikan Anda privasi dalam perawatan. Bahkan data medis Anda pun bisa dirahasikan jika memang Anda tidak menginginkannya diberitahukan kepada orang lain, termasuk ke keluarga Anda.

  • Pendampingan

Anda juga berhak memperoleh pendampingan dari keluarga selama berada di rumah sakit. Dalam kondisi tertentu, pendampingan juga bisa dilakukan ketika Anda dalam kondisi kritis.

  • Persetujuan

Tiap tindakan medis berhak mendapatkan persetujuan dari Anda sebagai pasien. Anda bahkan berhak menyetujui atau bakan menolak pelayanan bimbingan rohani maupun ibadah yang sesuai atau tidak dengan agama Anda.

Kewajiban Pasien

Masih berdasarkan aturan yang sama, setidaknya ada 8 kewajiban pasien ketika berobat ke rumah sakit. Jika disederhanakan, berikut ini adalah kewajiban- kewajiban tersebut.

  1.  Mematuhi Aturan

Tiap rumah sakit memiliki aturan yang berbeda. Sebagai pasien, Anda wajib mengikuti aturan tempat Anda berobat, termasuk mengenai penggunaan fasilitas.

  • Sikap Menghargai

Sebagai pasien, Anda berkewajiban menghargai hak tenaga kesehatan yang ada di rumah sakit. Anda juga diminta menghormati keberadaan dan hak pasien lain.

  • Pemberian Informasi

Anda wajib memberikan informasi yang jujur ke pihak rumah sakit mengenai masalah kesehatan yang Anda alami. Anda juga diminta membeirkan informasi yang jelas mengenai kemampuan finansial dan jaminan kesehatan yang Anda punya.

  • Patuhi Rencana

Dalam tiap pengobatan, aka ada terapi yang dberikan oleh petugas kesehatan. Sebagai pasien Anda berhak mematuhi rencana terapi tersebut sesuai dengan penjelasan yang sudah Anda terima. Jika tidak, Anda pun mesti siap menerima konsekuensi terkait kondisi kesehatan Anda yang sulit pulih atau justru bertambah buruk karena tidak menjalankan terapi.

  • Pemberian Imbalan

Terakhir, Anda berkewajiban memberikan imbalan jasa terhadap segala pelayanan kesehatan yang Anda sudah terima dari rumah sakit.

***

Kalau sudah memahami hak dan kewajiban pasien secara benar, pengobatan akan terasa lebih aman karena Anda tidak mudah menaruh curiga dicurangi oleh pihak rumah sakit. Pihak rumah sakit pun merasa lebih aman memiliki pasien yang patuh pada kewajiban-kewajibannya.

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *