Penggunaan Off-Label Suntik Vitamin C

Takaran suntik vitamin C akan ditentukan oleh dokter

Vitamin C adalah sebuah nutrisi yang sangat penting untuk tubuh kita. Vitamin C memiliki peran kunci dalam menjaga fungsi kekebalan tubuh, seperti membantu penyembuhan luka, mencegah kerusakan pada sel-sel tubuh, membentuk kolagen, dan memproduksi neurotransmitter. Vitamin C banyak ditemukan di berbagai macam makanan sehat seperti buah sitrus, paprika hijau dan merah, brokoli, stroberi, dan Brussel sprout. Anda juga bisa mendapatkan asupan vitamin C dari suplemen makanan. Selain itu, suntik vitamin C berdasarkan resep juga tersedia. Suntik vitamin C dapat diberikan melalui pembuluh darah (intravena), melalui otot (intramuskular), dan di bawah kulit (secara subkutan).

Banyak orang mendapatkan suntik vitamin C untuk alasan kesehatan dan memperkuat sistem kekebalan tubuh mereka. Suntik vitamin C juga dapat dilakukan untuk mengatasi defisiensi vitamin ini. Di Amerika Serikat, suntik vitamin C telah disetujui oleh Badan Obat dan Makanan (FDA) Amerika untuk mengobati defisiensi vitamin C. Selain itu, tindakan medis ini juga telah disetujui untuk membantu merawat luka serius akibat trauma dan terbakar. Akan tetapi, suntik vitamin C hanya akan dilakukan ketika kadar vitamin C perlu ditingkatkan dengan cepat atau ketika suplemen obat minum tidak dapat dikonsumsi akibat penyerapan yang buruk atau karena alasan lain. 

Suntik vitamin C juga kadang dilakukan sebagai bentuk penggunaan “off-label” untuk merawat beberapa kondisi lain seperti kanker, kondisi kesehatan umum, fungsi kekebalan tubuh, dan mengurangi berat badan. Penggunaan obat secara “off-label” memiliki arti menggunakan obat-obatan yang telah mendapatkan persetujuan dari FDA untuk tujuan yang berbeda yang belum disetujui. Hal ini disebabkan karena FDA membuat regulasi tes dan persetujuan obat-obatan, namun bukan bagaimana dokter menggunakan obat tersebut untuk merawat pasien mereka. Sehingga, dokter dapat meresepkan obat-obatan tersebut bagaimanapun mereka pikir menjadi solusi terbaik bagi kesehatan pasien. 

  • Kanker

Dalam kasus penggunaan untuk kanker, sejak tahun 1970, para peneliti telah merekomendasikan menggunakan suntik vitamin C dalam dosis tinggi bersamaan dengan obat kanker sebagai bentuk perawatan kanker. Suntik vitamin C dapat memproduksi vitamin C di dalam tubuh dalam kadar yang tinggi. Para peneliti percaya bahwa kadar vitamin C yang tinggi akan sangat “beracun” bagi sel-sel kanker tanpa perlu merusak sel-sel sehat yang ada di dalam tubuh.  Selain itu, para peneliti juga berpendapat bahwa vitamin C dapat mengurangi efek samping obat-obatan khusus kanker. 

  • Kesehatan umum dan sistem kekebalan tubuh

Beberapa orang mendapatkan suntik vitamin C untuk alasan kesehatan atau meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Dengan suntik vitamin C ini, pasien tidak perlu minum pil suplemen setiap harinya. Namun, penggunaan vitamin C dalam bentuk suntikan masih sangat kontroversial, mengingat belum ada bukti jelas mendapatkan asupan vitamin C tambahan pada orang-orang yang sudah mengonsumsi vitamin C dalam diet mereka memiliki manfaat tertentu. Pun belum ada kesimpulan bahwa vitamin C dapat menurunkan risiko kanker, mencegah penyakit jantung, mencegah penyakit mata ataupun mencegah penyakit flu. 

Dosis suntik vitamin C berbeda-beda tergantung dengan kondisi atau kebutuhan pasien. Untuk merawat defisiensi, dosis suntik vitamin C adalah 200 mg setiap harinya hingga satu minggu. Sementara itu, untuk menyembuhkan luka, dosis sebesar 1 gram sekali setiap harinya selama 5 hingga 21 hari. Untuk penggunaan “off-label”, dosis penggunaan berada di kisaran 10 hingga 100 gram. Dosis dapat diberikan setiap harinya atau dalam beberapa waktu tertentu tergantung kondisi pasien.

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *