Serba-Serbi dan Fakta Terkait Kleptomania

Klepto adalah istilah yang disematkan pada mereka yang memiliki kebiasaan atau kecenderungan untuk mencuri seseuatu. Tindakannya disebut kleptomania. Meski terhitung sebagai tindak kriminal, tetapi menjelaskan fenomena kleptomania tidak sesederhana itu. Sebab kleptomania bukanlah tindak pencurian biasa.

Kleptomania sendiri merupakan gangguan kontrol impulsif yang cukup serius yang bisa menempatkan penderitanya pada beragam bahaya, termasuk bahaya hukum yang mengintai. Menurut penelitian, ada perbedaan mendasar antara kleptomania dan pencuri. Para pencuri melakukan tindakan pencurian dengan rasa sadar yang penuh dan mengerti akan konsekuensinya. Sementara para klepto terkadang seperti dibutakan oleh keinginannya untuk memiliki suatu barang tanpa sadar akan akibatnya.

Kleptomania telah dimasukkan ke dalam golongan gangguan mental atau mental disorder. Perilaku kleptomania perlu dan wajib ditangani dengan serius oleh psikiater atau psikolog dan bukan ditangani oleh pihak berwajib, seperti polisi. Pasalnya, jika dibiarkan berlarut-larut, si penderita dapat menemukan masalah serius di hidupnya.

Biasanya pencurian yang dilakukan oleh klepto dijalankan sendiri dan terjadi secara spontan serta tidak direncanakan. Barang-barang yang dicurinya kadang terkesan aneh dan tak masuk akal, pasalnya barang-barang yang dicurinya itu tidak benar-benar dibutuhkan dan bernilai untuknya. Bahkan, sebenarnya mereka pun dapat membeli barang itu dengan mudah.

  • Apa, sih, yang Dirasakan Seorang Pengidap Kleptomania?
  • Mereka tak mampu menahan segenap rasa

Klepto tidak mampu untuk melakukan impuls (dorongan untuk bertingkah laku) yang dapat membahayakan diri sendiri atau orang lain. Tingkah laku ini dilakukan secara spontan, bisa juga direncanakan. Beberapa penderita ada yang berusaha menolak, tapi ada juga yang setuju dan mengikuti dorongan ini.

  • Seperti sakau narkoba atau berahi

Sebelum melakukan perbuatan itu, penderita merasa adanya tekanan untuk melakukan itu, mengalami kecemasan dan tekanan yang hanya dapat hilang dengan melakukan impuls tersebut. Bahkan, beberapa penderita merasa keinginan ini seperti rasa timbulnya gairah seksual.

  • Para kleptomania akan merasa puas, persis seperti orgasme

Ketika mencuri, penderita merasa senang dan puas. Sama rasanya ketika dorongan seksualnya terpenuhi.

“Motivasi dari penderita kleptomania ini memang kepuasan. Yang pasti, sifat-sifat yang nggak biasa dan nggak lazim, karena orang itu merasa puas mengambil milik orang lain,” kata pakar psikologi, Niken Iriani LNH, M.Psi

  • Akan terus terulang

Walaupun setelah mencuri timbul rasa takut dan menyesal, tapi dorongan untuk mencuri akan muncul lagi secara spontan atau saat sedang depresi atau stres, sehingga perilaku kleptomania terus berulang.

  • Fakta-Fakta Terkait Kleptomania
  • Masuk ke dalam gangguan mental: Kleptomania adalah tidak pencurian yang didorong oleh hasrat dan dorongan kuat, serta diikuti dengan desakan dari dalam diri sehingga ia melakukan sesuatu tanpa memikirkan konsekuensinya.
  • Bukan pencurian biasa: Banyak kasus di mana klepto, orang dengan gangguan mental kleptomania, tidak mencuri barang-barang dengan nilai yang tinggi. Justru sebaliknya, mereka mencuri barang-barang yang terkesan aneh dan tak sepatutnya dicuri. Kondisi ini disebabkan mereka hanya memuaskan hasrat mereka.
  • Merasa puas setelah melakukan aksi: Setelah mencuri atau mengutil, klepto akan merasa lega dan senang karena hasrat mereka sukses terpenuhi. Rasa lega ini dipicu oleh perubahan kimia di dalam otak karena adrenalin yang terpuaskan.
  • Kleptomania lebih banyak diderita wanita: Menurut penelitian, kleptomania lebih sering diderita oleh wanita daripada pria.
  • Tetap memiliki perasaan was-was: Sebelum mengutil, para klepto akan merasakan ketegangan dan kecemasan yang ekstrim sampai misi tersebut berhasil dilakukan.
  • Gejala lain dari kleptomania: adalah munculnya rasa malu, menyesal, dan benci pada diri sendiri setelah melakukan aksinya.
  • Tidak mencuri untuk memenuhi kebutuhan pokok: Perlu diingat bahwa penderita kleptomania didominasi oleh mereka yang kaya atau memiliki pekerjaan yang cukup mapan.
  • Tidak dapat sembuh total: Meskipun kleptomania tidak sepenuhnya bisa disembuhkan, tetapi psikoterapi dapat membantu untuk menekan keinginan ini.

***

Itulah beberapa hal yang dapat diketahui mengenai fenomena kleptomania ini sendiri. Jika Anda memiliki teman atau kerabat dengan gangguan mental ini jangan malah dijauhi atau dikucilkan, ya. Sebaiknya temani dan tuntun mereka “ke jalan” yang benar dengan selalu mendampinginya atau antar berkonsultasi dengan psikiater atau psikolog.

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *